Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2024

Tarian Pedang

Aku menarik napas dalam-dalam, berusaha meredakan detak jantung yang berdentam seolah memanggil peperangan. Langit malam kota ini bersinar dengan cahaya neon, menciptakan lanskap distopia yang menghantui, penuh keindahan buatan yang mengiris kenyataan. Aku berdiri di sudut gang gelap, mencengkeram tas kecil berisi sisa-sisa tabungan yang berhasil kularikan dari cengkeraman hidup lamaku. Ini adalah awal baru, pikirku, atau setidaknya itulah yang kuupayakan meyakini. Nama asliku kini hanyalah serpihan masa lalu yang telah kuputuskan untuk tinggalkan, bersama dengan luka-luka dan kenangan pahit yang membebani. Lima tahun pernikahan dengan pria yang menyebut dirinya suamiku adalah neraka yang berulang tanpa henti. Luka fisik di tubuhku mungkin akan sembuh, tetapi bekas luka batin itu lebih dalam, menjalar ke inti eksistensiku. Namun, aku masih hidup. Dan untuk saat ini, itu sudah cukup. Malam pertama di kebebasanku, aku menemukan tempat berlindung kecil di bawah jembatan layang, jauh dari ...